Mengenal Tempat Wisata Candi Borobudur dan Sejarahnya

Jika anda mengaku orang Indonesia asli, pasti tau dong tempat wisata Candi Borobudur ini. Yah minimal pernah dengar dan pura-pura tau saja lah. Orang-orang bule saja pada tau dan pada datang ke tempat ini, masa anda yang mengaku orang Indonesia malah gak tau? Malu kan? Candi Borobudur ini merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Jawa Tengah. Nah, untuk lebih mengenal apa itu Wisata Candi Borobudur, nih saya kasih infonya. Siapa tau anda yang belum pernah ke Candi Borobudur jadi berminat pengen liburan ke sana.

Untuk mengenal Candi Borobudur, sebagai pemandu wisata anda, akan saya ajak dulu anda pergi ke masa lalu.

Al-kisah dari sejarahnya, Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja dari kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Candi Borobudur dibangun sebagai tempat ibadah yang kala itu mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk agama Budha. Dengan ukuran 123×123 meter, 1460 relief,dan 504 stupa Budha menjadikan candi ini tempat ibadah terbesar pada masa itu. Candi borobudur ini selesai dibangun pada tanggal 26 Mei 824 pada abad ke 9, hampir 100 tahun sejak awal pembangunanya. Menurut sejarah, Candi Borobudur ini lebih tua beberapa abad dibanding Angkor Wat yang berada di negara Kamboja.

Tempat-Wisata-Candi-Borobudur

Nah, sekarang kita kembali ke masa sekarang. Situs wisata Candi Borobudur ini ditemukan di daerah Jawa Tengah, tepatnya daerah Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Waktu pertama kali ditemukan, Candi Borobudur memiliki 10 tingkat dengan tinggi 42 meter. Adapun yang enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan empat tingkat lainya berbentuk lingkaran dengan stupa budha yang menghadap ke barat pada puncaknya. Tapi tingginya berkurang menjadi 35,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah dialihkan fungsi sebagai penahan. Adapun bentuk bangunan Candi Borobudur mirip dengan tangga berundak-undak yang mewakili filosofi hidup dalam agama Budha. Bahwa kehidupan manusia itu mempunyai tingkatan-tingkatan dan manusia harus melewati tingkatan-tingkatan itu untuk bisa menjadi Budha.

Foto-di-Puncak-Candi-Borobudur

Bagian dasar candi Borobudur disebut Kamadhatu, yang melambangkan manusia yang masih terikat oleh nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu. Tingkat ini melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu, namun masih terikat pada rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka.

Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu. Adapun tingkat ini melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam. Dan tingkatan hidup manusia berakhir di situ, yaitu menjadi Budha. Pasti anda pernah nonton film Kera Sakti kan? Kurang lebih seperti itulah ceritanya. Berjuang demi bisa menjadi Budha.

Salah-Satu-Relief-Candi-Borobudur

Di setiap tingkatan terukir relief-relief yang sangat indah yang menunjukan betapa ahli pembuatnya. Relief itu berisi kisah yang kita kenal dengan Ramayana dan akan terbaca secara urut jika kita melihatnya searah jarum jam. Anggap saja itu semacam komik zaman dulu lah. Pada relief itu digambarkan pula aktifitas masyarakat di waktu itu, yang mempresentasikan kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya pada zaman itu.

Karena nilai sejarah dan kemegahan bangunanya, Candi Borobudur ini dinobatkan sebagai salah satu warisan keajaiban dunia. Bagaimana tidak? Bayangkan saja orang-orang zaman dulu membangun tempat semegah itu dengan alat seadanya dan tanpa semen. Sesuatu yang tidak akan mungkin bisa dilakukan di zaman sekarang ini.

Keramaian-di-Atas-Candi-Borobudur

Pokoknya anda mesti berkunjung ke Candi Borobudur, jangan sampai kalah sama para bule yang malah bukan orang Indonesia asli tapi malah sering berkunjung ke sana. Kalau anda berniat liburan ke Candi Borobudur, bukan hanya kemegahan Candi Borobudur saja yang bisa anda nikmati, anda juga bisa berkeliling di desa-desa sekitar Candi Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktifitas warganya yang sibuk dan kreatif membuat kerajinan tangan. Atau anda bisa juga naik ke Puncak Watu Kendil dan melihat panorama Candi Borobudur dari atas. Pokoknya ajib banget deh ,rugi kalau sampai gak ke sini.

Facebook Comments